Desain Interior Dan Prinsipnya

Desain interior memang tak diketahui awal mula sejarahnya. Namun zaman sekarang begitu sangat digemari oleh banyak kalangan masyarakat. Tidak diketahui secara pasti dari mana sejarah desain interior dimulai. Akan tetapi dengan begitu banyaknya ditemukan bukti-bukti besar yang menunjukkan keberadaan dari penerapan ilmu desain interior di sepanjang sejarah peradaban manusia, maka sejarah desain interior dapat dilacak keberadaannya.

Artefak-artefak yang ditemukan merupakan gambaran riil dari peradaban saat itu. Dari sini terlihat bahwa setiap kebudayaan memiliki pola perkembangan yang masing-masing berbeda. setiap peradaban mengembangkan seni arsitektur, gaya furnitur dan assesoris ruang berdasarkan ketersediaan bahan di wilayah geografis masing-masing atau didapatkan dari perdagangan dan tersedianya tenaga kerja yang murah. Bahkansejarah interior sudah dimulai sejak manusia menggambar pada dinding goa untuk memperindah tempat tinggalnya, betul tidak?

Berikut ini ada beberapa  prinsip mengenai desain interior :

1. Unity and Harmony

Yaitu suatu ruangan dianggap sebagai suatu kesatuan dimana semua elemen yang ada saling melengkapi dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan komposisi yang seimbang.

2. Keseimbangan (Balance)

Sesuai dengan judulnya, keseimbangan berarti tidak “berat” sebelah. Tidak terlalu condong ke sisi sebelah kanan atau kiri atau atas dsb. Aksen pun harus memiliki keseimbangan dengan lingkungan sekitarnya. Style keseimbangan terbagi 3 yaitu: simetris, asimetris, dan radial

Keseimbangan Simetris:

Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual elemen-elemen desain terbagi secara merata baik dari segi horizontal maupun vertikal. Gaya ini mengandalkan keseimbangan berupa dua elemen yang mirip dari dua sisi yang berbeda.

Keseimbangan Asimetris:

Keseimbangan asimetris terjadi ketika berat visual dari elemen desain tidak merata di poros tengah halaman. Gaya ini mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras, warna untuk mencapai dengan tidak beraturan.

Keseimbangan Radial:

Adalah ketika semua elemen desain tersusun dan berpusat di tengah. Misalnya: Tangga berbentuk spiral.

3. Focal Point

Focal point disini maksudnya adalah aksen yang menjadi daya tarik ruangan. Bisa satu atau lebih, tapi jangan semua. Misalnya Focal Point pada ruangan adalah jendela besar yang ada di ruangan, perapian atau juga lukisan.

4. Ritme

Dalam desain interior, ritme adalah semua pola pengulangan tentang visual. Ritme didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan terorganisir.

5. Details

Mulai dari pemilihan sakelar, tata cahaya, letak pot bunga, dsb. Detail biasanya tidak jelas tetapi mereka harus benar sehingga meningkatkan nuansa keseluruhan ruangan.

6. Skala dan Proporsi

Kedua prinsip desain yang berjalan beriringan, karena keduanya berhubungan dengan ukuran dan bentuk. Misalnya ukuran kursi dan meja tamu. Apabila mejanya terlalu tinggi, maka pengguna kursi akan merasa tidak terlalu nyaman dengan desain meja tersebut.

7. Warna

Yang ini sihnggak diragukan lagi memegang peranan penting dalam menghasilkan nuansa dan mood suatu ruangan.

Nah semoga tips ini bermanfaat buat anda yang sedang bingung mendesign interior rumah anda.

About these ads

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: